Menggantungkan harapan pada manusia

Jadi kali ini ceritanya pengen flashback pada kejadian satu tahun lalu. Saat-saat dimana sejarah dalam hidup dimulai.

                            ﺑِﺴﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣﻴﻢِ
Hari itu jam 10 pagi adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Hampir semua orang ditempat itu tengah harap-harap cemas menanti hasil. Hasilnya memang diumumkan satu hari lebih cepat dari jadwal semestinya. 

Perasaan semakin tidak karu-karuan ketika itu.. 

Sulit sekali untuk tenang, jantung tida berhenti berdetak dengan keras seolah sedang berlomba-lomba pada tempatnya.

Waktu yang semula berjalan cepat pun mendadak lambat, menuju pukul 10 itu terasa lama sekali. Terlihat beberapa orang yang sama cemasnya denganku sesekali melihat jam yang menempel di tangan mereka mencoba memastikan kalau waktu memang tidak berhenti. 

Teng.. (?)

Waktu yang ditunggu pun akhirnya datang, jarum jam yang semula bergerak lambat pun saat itu sudah berada tepat di angka 10.

Beberapa orang yang tadi harap-harap cemas mulai berlomba-lomba membuka hasil. Mereka ingin segera mengetahui seperti apa hasilnya.

Aku yang juga merasakan hal sama, mendadak dibuat down sesaat setelah berkali-kali mencoba membuka malah yang muncul adalah tulisan Error. Dalam hati berbisik ‘Jangan-jangan ini pertanda kalau hasilnya….’

Tepat saat aku bisa membuka, aku melihat disekelilinku orang-orang sudah mengucurkan air matanya. Dan sesaat setelah kuamati hasil yang tertera disana 

Deg..

Hati seketika remuk redam, hancur berkeping-keping. Ahh tunggu barangkali hasilnya salah maka kuulangi sekali lagi. Apa yang terjadi? Hasilnya tetap sama. 

Pada titik itulah air mata yang semula aku tahan agar dia tidak menunjukannya pada khalayak ramai tidak bisa kutahan lagi.

Terisak.. Sambil sesekali bergumam.

Ya Allah.. Apa yang salah? Apa yang kurang? Mengapa hasilnya seperti ini?’ 

Cukup lama larut dalam tangisan sampai pada akhirnya aku ingat pesan dari Ali Bin Abi Thalib

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. 

Ternyata memang benar adanya apabila kita terlalu mengharapkan kehidupan ini kepada manusia maka yang kita dapati hanyalah kekecewaan. 

Mulai saat itu pikiran serta hati ini terbuka. Bahwa apa-apa saja yang terjadi dimuka bumi ini pastilah karena izin Allah Sang pemilik Kehidupan. Serta Sang penulis skenario kehidupan.

Pada saat itu lah aku mulai berpikir. Todak seharusnya menyalahkan keadaan, menyalahkah sesuatu yang tidak patut untuk dipersalahkan. Seharusnya yang dilakukan adalah berikhtiar kembali pada hal lain. Bukan hanya terpaku pada satu kegagalan.

Meski kuakui itu cukup sulit, tetapi bukankah kita Punya Allah yang senantiasa menjaga dan membersamai kita disetiap keadaan. 

Mulai lah bangkit dari keterpurukan, meyakini bahwa ada sesuatu yang lebih baik sedang Allah persiapkan. Bisa jadi kita akan berteeima kasih nanti karena Allah sudah memberikan jalan hidup seperti ini.

Wallahu A’lam

.

26 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s